..conQuering thee..

..a former crown princess who ran away to live her life the way she wants it!

June 20, 2008

Diary of a Runaway Angel (Part Zwei)

Seseorang pernah berkata pada saya bahwa saya adalah orang yang tidak perduli terhadap orang lain. Saya hanya mementingkan diri seaya sendiri dan hanya mencari keselamatan saya sendiri. Saya tidak jahat, tetapi saya hanya mau mencari amannya saja. Saya tidak mau susah meskipun orang lain akan susah karena saya. Peristiwa itu membuat saya berfikir, apakah benar saya seperti itu? Apakah benar saya seburuk itu? Semakin lama saya berfikir, semakin saya menyadari bahwa kata-kata itu sama saja dengan mengatakan bahwa saya adalah orang yang egois.

Selama 25 tahun saya hidup di dunia ini, hampir semua teman2 saya mengatakan saya adalah sosok yang egois. Meskipun dengan berjalannya waktu pendapat itu mulai berubah, mulai banyak teman2 saya yang mengatakan bahwa saya tidak se-egois dahulu. Akan tetapi, kenapa saya dengar pendapat ini lagi? Apakah saya sudah berbesar hati sehingga tidak mawas diri lagi? Mungkinkah seseorang itu berubah dari sifat aslinya? Is there such thing as to be a better person? Atau kita sebenarnya hanya mampu menjadi diri kita sendiri saja?

Masih banyak lagi perkataan teman saya yang membuat saya berfikir bahwa masih banyak sekali sifat buruk dalam diri saya. Dia juga mengatakan bahwa saya tidak pernah merasa cukup. Saya selalu meminta dan meminta. Tidak hanya kepada Tuhan, tapi juga kepada Orangtua, Sahabat, Kekasih, dan teman. Hampir semuanya, seolah olah saya tidak mengerti kapan waktunya untuk berhenti. Perkataan itu menusuk perasaan saya, namun dengan malu hati, saya merasa bahwa itu semua ada benarnya.

Adakalanya saya memang bertindak keterlaluan dan terkadang, bahkan saya sendiri-pun merasa bahwa saya serakah. Terkadang saya melakukan hal itu semata mata untuk melihat kesetiaan mereka kepada saya, seberapa besar mereka rela berkorban untuk saya. Tapi saya salah. Saya salah mengartikan nilai ini. Tak semestinya saya menilai semua itu dari berapa banyak uang yang mereka keluarkan atau pun berapa sering mereka memberi saya barang yang maha. Semestinya saya menghargai tulusnya hati mereka dalam memberikan hadiah pada saya. Tak bisa saya pungkiri, hal duniawi masih membuat saya tergiur. Saya juga manusia.

Apakah sifat saya begitu buruk? Apakah hati saya begitu busuk? Apakah saya orang terkutuk?


Originally written on September 25, 2007

No comments: